Minggu, 24 Februari 2019

ANTOLOGI PUISI (Hujan)

awliyafirda22@gmail.com        fantasticfans11@gmail.com     



ANTOLOGI PUISI 

FANTASTICFANS in here....
wah..wah..wah.. kali ini FF balik lagi dengan antologi puisi dengan tema "HUJAN"
sok.. yang ada tugas sekolah atau hanya butuh caption status sosmed kalian...
boleh nih diliat diliat antologi puisinya.

untuk yang punya tugas sekolah.. cukup jadikan ini sebagai contoh dan batu loncatan sebagai penemu inspirasi saja ya... kalau sudah tau apa nih yang kalian mau tulis, kalian bisa deh mulai menuangkan ide untuk tugas kalian dibuku.
intinya disini FF cuma mau bilang.. coba deh tuangin imajinasi kalian kedalam sebuah puisi.. rasanya akan sangat menyenakan loh... dan pasti kalian akan puas banget nantinya kalau puisi yang kalian buat disukai banyak orang..

nih beberapa contoh puisi dari FF......


.
.
.
.
.
.
.




Gemercik hujan
Menginjakan kaki disebuah genangan kecil
Diriku mulai berlarian…
Menikmati derasnya hujan…
Melupakan keadaan dunia yang runyam
Ditemani sedikit tawa
Aku menikmatinya…
Saat tetes demi tetes mengenaiku
Hingga sekujur tubuhku dibasahi olehnya
Tak perduli seberapa deras…
Aku terus berlari dibawah deraian hujan
Meninggalkan semua masalah
Hanya masalah yang biasa dihadapi
Oleh anak sekecil diriku…
Mungkin bukan hal pelik bagi orang dewasa
Tapi mengapa begitu menyakitkan bagiku…
Terimakasih hujan…
Karena sudah mau mendengarkanku…





Secercah kehidupan
Hanya memandang dari balik jendela
Kulihat kau tanpa pamrih …
Kau turun bagai peri dari langit…
Saat dirimu mulai jatuh ketanah
Aku dapat melihat setangkai bunga yang sudah layu
Mulai terbangun…
Seperti kau sudah memanggilnya
Kau memberikannya kehidupan lagi
Terimakasih karena kau…
Bungaku kembali ceria…
Seperti sedia kala…





Memulai
Bagai merebutkan sebuah piala
Kau jatuh tidak beraturan
Rintikan demi rintikan mulai mebasahi bumi
Kau jatuh membasahi bumi
Membuat beberapa kenangan
Kenangan indah yang akan kukenang
Kenang sampai ajal memisahkan
Memisahkan diriku dengan dunia
Dunia yang tidak bisa kulihat lagi
Termasuk engkau…
Hujan…





Tidakkah kau tahu
Air mu menyamarkan kesedihanku…
Bercampur dengan air mata…
Air mata yang ku coba sembunyikan…
Sampai kau berbaik hati
Dan meninjamkan dirimu
Sebagai topeng penyamaran…





Sepucuk surat
Sudah pernah aku menulis
Menulis sebuah kata
Kata yang kutujukan untuk mereka
Mereka yang tidak mengharapkan kehadiranku
Kehadiranku didunia…
Namun hujan menelannya
Selalu menelannya…
Membuat basah semua suratku
Luntur sudah kata didalam kertas itu
Tapi kemudian…
Aku bersyukur pada hujan…
Karena menghentikanku melakukan hal aneh…





Hanya hujan
Hanya derasnya hujan yang aku ingat
Hanya indahnya bumi yang kulihat
Tidak ada hal lain lagi…
Pikiranku sudah dipenuhi oleh derasnya hujan
Karena hujan…
Yang menyelamatkanku saat itu…





Janji
Hujan…
Saat itu aku berjanji
Berjanji selalu menatapmu
Hujan…
Saat itu aku berjanji
Untuk terus menyanjungmu
Hingga tak sadar
Aku mulai bergetar
Bergetar disetiap tetesanmu
Menyiratkan ketakutan
Seperti sebuah luka yang belum kering
Atau sebuah luka yang terbuka kembali
Hingga aku… harus melupakan mu
Hujan…





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ANALISIS DIKSI PUISI ‘DI TANGAN ANAK-ANAK’ KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO : KRITIK SASTRA

DIKSI PUISI ‘DI TANGAN ANAK-ANAK’  KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Karya sastra terlahir untuk dapat menjelaskan eksistensi manusia dan memberika...